Calon Tunggal Tak Ganggu Keamanan Pilkada Kabupaten Puncak

Calon Tunggal Tak Ganggu Keamanan Pilkada Kabupaten Puncak

Jakarta, Mediakreasinews –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Puncak, Papua, tidak memasalahkan adanya calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Puncak. Keadaan keamanan aman dan tidak berpengaruh terhadap stabilitas wilayah tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Puncak, Ruben Uamang mengatakan, calon tunggal tersebut merupakan aspirasi langsung dari masyarakat setempat.

“Masyarakat berharap besar 27 Juli itu tetap ada pemilihan umum. Kami telah sosialisasikan ke beberapa lembaga, bahwa pemilu tetap harus berlangsung, semua aman dan orang-orang tahu kabupaten puncak tidak ada masalah,” ucap Ruben di Jakarta, Senin (21/5) malam.

Menurut Ruben, calon tunggal dalam Pilkada Kabupaten Puncak sudah banyak diketahui oleh banyak pihak dan hal ini pun sudah diterima oleh masyarakat setempat.

Namun, masih terdapat sejumlah oknum yang tidak menerima hal ini dan tetap memaksakan agar ditetapkan sebagai pasangan calon tandingan dalam Pilkada nanti. Padahal, pendaftaran dan penetapan Paslon dalam Pilkada telah ditutup beberapa waktu yang lalu.

“Di Kabupaten Puncak juga ada calon tunggal, calon ini didukung sembilan partai yang ada di DPRD. Semua sudah tahu. Dan berharap jangan sampai ada kekacauan keamanan.” Tutur Ketua DPRD Kabupaten Puncak ini.

Perlu diketahui, dalam Kabupaten Puncak menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakan Pilkada dengan satu Paslon saja, alias calon tunggal, yaitu Willem Wandik-Alus UK Murib.

Namun pada 16 Mei lalu, sejumlah Kepala Suku dari Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, mendatangi kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kedatangan mereka dimaksudkan untuk melaporkan tiga komisioner KPUD Kabupaten Puncak yang diduga melakukan kecurangan.

Menurut Ruben, pelaporan ini berpotensi untuk memecah belah kedamaian masyarakat Kabupaten Puncak yang telah terpelihara selama ini.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Puncak, Thomas Tabuni menyetujui ucapan Ruben.

“Di kabupaten Puncak itu tidak boleh lagi ada perang, Tidak boleh ada konflik, itu akan merugikan daerah,” ungkap Thomas.

” Apa yang terjadi dulu, konflik yang panjang di Kabupaten Puncak, dan itu menghabiskan anggaran APBD selama 3 tahun, dan konflik antar masyarakat tersebut tidak mau lagi terjadi.” tandasnya.

Dengan demikian, harap Thomas, tidak ada lagi pihak yang melakukan pelaporan kepada lembaga terkait yang pada akhirnya justru membuat situasi semakin kisruh.

Terlebih, keberadaan calon tunggal dalam Pilkada Kabupaten Puncak telah diterima oleh sebagian besar masyarakat setempat. Thomas pun menampik jika pihaknya mendukung pasangan Willem Wandik-Alus UK Murib.

“DPRD punya tangung jawab besar untuk mengamankan daerah itu, salah satunya mengawal aspirasi masyarakat ke pihak terkait, seperti KPU, Bawaslu atau Menkopolhukam lalu dilanjutkan ke Mendagri,” pungkasnya. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply