Membongkar Skandal Perampokan Aset BUMN

Membongkar Skandal Perampokan Aset BUMN

Jakarta, Mediakreasines.com
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan bentuk usaha korporasi yang didirikan dengan tujuan utama menjalankan fungsi pemerintahan yaitu agen bagi pembangunan ekonomi. Keberadaan Perusahaan Negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu fondasi perekonomian Indonesia, disamping keberadaan usaha swasta dan koperasi. Upaya dan tujuan BUMN sebagai lokomotif penggerak perekonomian negara tentu harus dikelola dengan baik, transparan, akuntabel dan profesional sehingga terwujub perusahaan negara yang. sehat.

BUMN yang sehat dan kompetitif merupakan syarat agar BUMN dapat menjalankan peran dan fungsinya, baik sebagai fungsi komersil maupun sebagai fungsi social. Namun demikian, pada faktanya berbagai permasalahan baik yang datang dari internal maupun eksternal muncul dalam tubuh BUMN. Permasalahan inilah yang kemudian menggerogoti kinerja BUMN.

Contoh carut marut adanya persoalan dalam tubuh BUMN yaitu adanya indikasi perbuatan melawan hukum yang merugikan negara dalam perjanjian konsensi antara KSOP V marunda dengan PT.Karya Cipta Nusantara (PT.KCN) guna pengelolaan kawasan berikat dan perairan yang berlokasi di bidang C-Ol (Pier I, Pier II, Pier III) milik PT.KBN (Persero) di Marunda, Jakarta Utara.

Pada tahun 2014 dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI (Semester I) No.31/Auditama Vli/PDTT/03/2014/Tanggal 12 Maret 2014 atas pengelolaan, pendapatan, pengendalian biaya, dan kegiatan investasi tahun buku 2011, 2012, dan 2013 terdapat beberapa temuan yang merugikan negara.
Bahwa tindak lanjut dari temuan BPK tahun 2014 dan peraturan Menteri BUMN RI No.Per-lB/Mbu/O9/2014 terhadap pengelolaan aset-aset yang dinilai merugikan negara harus dilakukan renegoisasi.

Adanya temuan tersebut maka diperlukan aparat/ institusi penegak hukum dalam hal ini KPK, Kejaksaan atau Polri untuk menindaklanjuti segera dan memprioritaskan dugaan korupsi terkait konsesi tersebut mengingat besarnya potensi kerugian negara yang timbul. Pihak Kementerian Perhubungan dalam hal ini Diijen Perhubungan laut juga perlu meninjau ulang perjanjian konsesi tersebut apabila benar ditemukan unsur perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara agar tidak dianggap melakukan pembiaran.

Dengan beberapa penjelasan diatas maka dalam rangka mengawal tata kelola BUMN menuju pada Good Corporate Government (GCG), Indonesia Accountability Forum dan Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi merasa perlu untuk mendiskusikanya dan mendorong ;

1. Mendesak Kementerian BUMN sebagai kementerian yang bertanggung jawab langsung atas tata kelola BUMN mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk

tindakan melawan hukum yang ada di tubuh BUMN

2. Untuk menyelamatkan indikasi kerugian negara maka kami meminta Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) untuk menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum di PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).

Mendesak KPK menindak seluruh pihak yang dengan sengaja melakukan tindakan

melawan hukum yang berindikasi merugikan keuangan negara di PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).

Dengan harapan tata kelola BUMN ke depan semakin profesional, transparan sehingga dapat menjadi motor penggerak perekoniman

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply