Sofia Ambarini Siap Menangani Trauma Healing Kejadian Gempa dan Tsunami

Sofia Ambarini Siap Menangani Trauma Healing Kejadian Gempa dan Tsunami

Jakarta, Mediakreasinews –
Kejadian bencana alam dan tsunami di Palu dan Donggala sangat membuat kaget dan menangis, karena banyak warga meninggal dan bangunan roboh rata dengan tanah. Akibatnya, warga yang masih bertahan dan hidup. Setiap kejadian gempa di kota Palu dan Donggala mengalami trauma pikiran dan perasaan mendalam, bahwa akan terjadi gempa susulan lagi. Trauma ini sangat mempengaruhi kehidupan warga setempat. Pemecahan dari trauma tersebut harus tepat sasaran.

Sofia Ambarini, warga Indonesia, terketuk hati dan tergerak untuk peduli terhadap anak-anak korban gempa Palu dan Donggala, beserta juga penanganan korban gempa bagi para lanjut usia atau Lansia. Ini disebabkan karena mempunyai Yayasan Lintas Solidaritas Bersama (YSLB) yang peduli dengan keadaan orang lanjut usia.

“Yayasan yang saya pimpin di daerah malang bergerak menangani anak-anak dan para orang lanjut usia atau dikenal dengan sebutan “Si Mbah”. Perhatian atau trauma healing terutama bagaimana membantu si Mbah agar melakukan pendekatan secara emosional terhadap para Lansia dan melengkapi semua kebutuhan yang diinginkan.” Ucap Sofia saat di wawancarai oleh awak media, kamis (4/10/18).

Sofia meneruskan pernyataannya, perhatian dan pendekatan secara persuasif kepada korban gempa Palu dan Donggal sangat di perlukan.

” Pikiran dan hati saya terketuk dengan kejadian bencana alam di Palu dan Donggala. Trauma Healing bagi korban gempa tentu tidak mudah. Namun begitu, tim saya sudah menyiapkan beberapa metode yang akan membantu Lansia, anak – anak seperti pendekatan secara emosional. Penanganan trauma healing harus diketahui kondisi fisik secara medis dan mental, barulah penanganan trauma healing dapat dilakukan. Dan kami menyiapkan posko-posko trauma healing di beberapa lokasi pengungsi korban gempa.” Lanjut Sofia sebagai Pengusaha kuliner dan Spa manajemen konsultan.

Menurut Sofia, YSLB juga membentuk satuan relawan yang diberi nama relawan “Konco Dolan si Mbah”. Relawan ini menangani ketakutan si Mbah akan dikirim ke Panti. Dan ketakutan tersebut perlu dilakukan trauma healing. Berbeda dengan kejadian di Palu dan Donggala, penanganan trauma healing di daerah tersebut sangat spesifik karena menyangkut trauma gempa susulan dan meninggalnya sanak saudara dan orang terdekat. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply