Generasi Milenial Peduli Penyakit Tidak Menular Menuju Tahun 2050

Generasi Milenial Peduli Penyakit Tidak Menular Menuju Tahun 2050

Jakarta, Mediakreasinews.com
Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya menyelenggarakan Reuni Akbar dan Rembuk Nasional, Malam Temu Kangen dan Fun Walk yang diikuti oleh ribuan alumni UB dari berbagai fakultas.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. lr. Nuhfil Hanani AR., MS mengatakan, Rembuk Nasional tahun ini dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Univ. Brawijaya. Membahas Penyakit Tidak menular yang dihadapi oleh generasi milineal.

” Generasi milineal kedepan akan menghadapi ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM) terutama bagi generasi emas Indonesia tahun 2050, salah satunya melalui gaya hidup sehat sejak dini. Ini disebabkan banyaknya generasi milineal mengidap penyakit Jantung, Stroke dan Darah tinggi. Penyakit tersebut menduduki peringkat tertinggi dan berharap dapat dicegah.” Kata Rektor Universitas Brawijaya ini saat Konperensi pers, Hotel Grand Sahid, Sabtu (3/11/18).

Ketua Pelaksana Rembuk Nasional Universitas Brawijaya mengatakan, berawal dari tubuh sendiri PTM banyak diidap para generasi milineal. Karena para generasi melineal harus dibangun aware terhadap PTM ini.

” Awareness harus disampaikan kepada para Generasi mellinial bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) karena disebabkan oleh diri sendiri. Seperti Malas bergerak, kurang aktif mencheck kesehatan. Akibatnya timbul penyakit kencing manis, diabetes, dan paru.” Ucap dr Misbah dihadapan awak media.

Misbah mengutarakan, kenali diri sendiri agar setiap penyakit yang datang dapat diatasi termasuk Penyakit Tidak menular (PTM).

” Sering bergerak dan berolah raga serta hidup dengan makanan yang sehat. Serta kontrol gula darah dan mengukur tekanan darah. Dapat mengurangi PTM ini. Karena angka kematian penderita penyakit ini meningkat drastis dari 58% di tahun 2010 menjadi 71% ditahun 2014. Untuk itu gaya hidup sehat sejak dini sangat perlu” imbuh dr Misbah ini.

Ditempat yang sama, Direktur Hubungan Kelembagaan BRI yang juga alumnus UB, Sis Apik Wijayanto, mengemukakan,  kegiatan yang digelar ini sangat bermanfaat. Menurutnya, alumni UB yang tersebar di instansi pemerintah, BUMN, dan lain-lain, sangat mendukung kegiatan ini. 

“Silatuhrami harus dijaga. Bagaimana pun juga alumni harus membawa nama baik almamater, bukan hanya di tingkat global, juga di tingkat internasional,” ucapnya. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply