Kuasa Hukum Labora Sitorus Meradang, Labora Sakit Tidak Diperhatikan

Kuasa Hukum Labora Sitorus Meradang, Labora Sakit Tidak Diperhatikan

Jakarta, Mediakreasinews.com – Kasus hukum yang menjadi sorotan publik menjerat seorang Bintara Polri berpangkat Ajun Inspektur Satu bernama Labora Sitorus dan telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan masih menjalani hingga sekarang. Proses menjalani hukuman di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas I Cipinang mengalami kendala kesehatan.

“Saudara Labora Sitorus berhak memeriksa kesehatan dan mendapatkan perawatan medis secara maksimal atas penyakit yang sedang dideritanya. Klien kami sedang terbaring di rumah sakit akibat stroke dan serangan penyakit lain. Record medis dan hasil evaluasi dokter menunjukkan dengan jelas bahwa klien kami belum siap keluar dari RS. Pengayoman.” Ucap Fernando kudadiri, Kuasa Hukum dari Labora Sitorus saat mendatangi Gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng. Hari rabu(11/12).

Sedangkan Janres Sihaloho, termasuk kuasa hukum Labora Sitorus mengatakan, upaya paksa yang dilakukan oleh Lapas Cipinang terhadap klien kami dalam hal ini Labora Sitorus sangat tidak manusiawi.

” Dalam laporan hasil eksaminasi itu ditunjukkan dengan jelas bahwa Labora Sitorus telah mengalami pelanggran HAM melalui peradilan yang tidak independen. Sejak tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di persidangan hingga eksekusi putusan aparat hukum melakukan berbagai pelanggaran dalam menangani kasus Labora Sitorus, sebagaiman diuraikan secara jelas dalam hasil eksaminasi Komnas HAM. Selengkapnya dapat dibaca dalam Salinan Laporan hasil eksaminasi Komnas HAM” kata Janres Sihaloho, SH (termasuk kuasa hukum Labora Sitorus).

Tim kuasa hukum berpandangan, masyarakat umum perlu mengetahui berbagai kejanggalan dan pelanggaran yang dilakukan aparat hukum terhadap Labora Sitorus. Ada banyak informasi tak benar beredar di tengah masyarakat yang memberi stigma sangat negatif terhadap Labora. Karena itu hasil eksaminasi Komnas HAM perlu disampaikan ke publik untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Sebagai contoh sederhana, Labora dicitrakan sebagai pelaku ilegal logging padahal dalam persidangan dan dari hasil penyelidikan Komnas HAM perusahaan yang diasosiasikan dengan Labora tidak pernah sama sekali melakukan penebangan kayu. Perusahan keluarga Labora adalah perusahaan pengolahan kayu yang membeli bahan utama dari masyarakat. Ini hanyalah salah satu contoh dari berbagai rangkaian opini sesat yang beredar di masyarakat selama ini.

Staf Komnas HAM Dewi Ratna yang menerima kedatangan tim kuasa hukum Labora Sitorus menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan akan menjadwalkan audiensi kuasa hukum dan keluarga Labora Sitorus dengan Ketua Komnas HAM Ahmad Damanik sesuai dengan jadwal.

Kuasa hukum berjanji kalau seandainya nanti ada pelanggaran saat sakit di Lapas dan terdapat indikasi ketidakwajaran. Maka kami (kuasa hukum) akan proses dengan mengadukan ke Dirjen Lapas bahkan ke Menkumham bahkan kalau pidana maka ke pihak penegak hukum. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply