Rizal Ramli : Jika Janji Tidak Ditepati Kebanggaan Publik Hancur

Rizal Ramli : Jika Janji Tidak Ditepati Kebanggaan Publik Hancur

Jakarta, mediakreasinews –
Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli kembali mengeluarkan pernyataan kebijakan impor dan utang di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Dengan menyebut pemerintah berhutang Rp 3560 triliun, kini bertambah menjadi Rp 5275 triliun.

Rizal Ramli mengatakan, Kebohongan pribadi korbannya adalah orang per orang. Kalau
kebohongan publik korbannya adalah rakyat atau masyarakat.

” Berjanji akan stop impor pangan, ternyata impor jor-joran saat panen. Dampak dari impor rakyat dan petani dirugikan. Berjanji akan bangun industri mobil nasional Esemka, ternyata tidak jadi. Akibatnya harapan dan kebanggaan publik hancur.” Kata Rizal saat diwawancarai oleh awak media. Bertempat di rumahnya, hari Sabtu (16/02/19).

Rizal melanjutkan penjelasan terkait utang luar negeri,
Dalam visi-misi akan menolak utang baru, mengurangi utang luar negeri, ternyata malah sebaliknya, utang luar negeri tahun 2014 Rp 3560 triliun saat ini bertambah menjadi Rp 5275 triliun.

“Jika pemimpin memiliki sejarah dengan warna kebohongan kepada yang bersangkutan tidak lagi memiliki kredibilitas untuk membuat janji baru. Kebohongan lainnya yang dapat diperiksa sendiri di jejak digital.” Terang Rizal.

“Janji baru untuk kedaulatan pangan dan kedaulatan keuangan tidak akan kredibel, karena pemimpin yang sudah sangat sering berbohong tidak layak untuk membuat janji baru.” Lanjutnya saat konpres dirumahnya.

Pernyataan terakhir rizal, “Indonesia adalah negara yang besar, memerlukan pemimpin yang jujur dan berintegritas. Kata-kata adalah ungkapan karakter, doa, dan harapan. Sulit bagi pemimpin yang tidak jujur untuk dapat dihormati di dalam maupun luar negeri.” Pungkasnya. ( edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply