Polres Subang Salah Tangkap Tersangka Pembobol Alfamart

Polres Subang Salah Tangkap Tersangka Pembobol Alfamart

Jakarta, mediakreasinews.com – Kasus dugaan salah tangkap oleh kepolisian kembali terjadi lagi. Kejadian terkini berlangsung di polres Subang.
Kasat Reskrim Polres Subang AKP Moc Ilyas Rustiandi dilaporkan ke Divisi Propam Polri. Moc Ilyas dilaporkan diduga tidak profesional menjalankan tugasnya. Korban salah tangkap tersebut bernama Hilman Nainggolan alias Jahormat dan Josep Sitorus serta Richmond Edward Panjaitan.

Keduanya ditangkap atas laporan polisi nomor LP-B/436/X/2018/JBR/SBG dan LP-B/437/X/2018/JBR/SBG tanggal 08 Oktober 2018.

Kuasa hukum Hilman Nainggolan, Dr. Manotar Tampubolon, SH, MA, MH yang bertindak sebagai kuasa hukum termasuk Josep Sitorus, Richmond Edward Panjaitan. Menyebutkan, kedua kliennya dituduh sebagai pembobol alfamart di daerah Subang oleh penyidik Reskrim Polres Subang.

Manotar resmi melaporkan dugaan kasus salah tangkap itu di Divisi Propam Polri dengan surat pengaduan Propam Nomor. SPSP2/550/II/2019/BAGYANDUM perihal dugaan ketidakprofesionalan dan tindakan sewenang-wenang serta arogansi yang dilakukan oleh AKP Moc Ilyas Rustiandi selaku Kasat Reskrim dan Penyidik Sat Reskrim Polres Subang.

Hadir juga istri dari Hilman Nainggolan bernama ibu Ebod. Menceritakan saat kejadian bahwa beberapa oknum polisi mendatangi rumahnya dengan membawa laras panjang senapan. Menggeledah dan menjemput paksa suami beliau.

” Saat kejadian pada tanggal 8 januari 2019 jam 8 malam, beberapa orang polisi menjemput paksa Hilman Nainggolan untuk dibawa ke Polres Subang. Tetapi saya sebagai istri dari bapak Hilman tidak percaya, jika suami saya berbuat tidak baik. Dan saya paksa untuk melihat suami saya di dalam mobil. Dan terlihat suami saya diborgol dan mata di tutup lakban.” Ucap Ibu Ebod saat kejadian sangat resah.

Menurut Manotar, kliennya ditangkap dan dipaksa untuk mengaku atas tuduhan pembobolan Alfamart. Sedangkan atas nama Richmond Edward Panjaitan. dan Josep Sitorus usai ditangkap di daerah Cikarang, oknum Polisi melakukan penyiksaan dengan kondisi tangan terikat dan mata ditutup lakban.

“Saya sebagai kuasa hukum korban meminta kepada Kapolri untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum anggota Polres Subang yang telah melakukan penyiksaan dan memaksa klien saya mengakui perbuatan yang tidak dilakukan. Saya yakin bahwa dalam SOP Kepolisian tidak ada  tindakan yang seperti itu, ala PKI dengan memukul, menyiksa dan menendang ” kemaluan” Richmond Edward Panjaitan,” ujar Dosen UKI ini dengan nada geram kepada wartawan, Senin (27/2/2019).

Manotar menyebutkan, dari hasil wawancaranya dengan terduga pelaku pembobolan Alfamart (Sinaga), bahwa kliennya sama sekali tidak terlibat sama sekali. “Terduga pelaku pembobolan Alfamart (Sinaga) juga heran kenapa Hilman Nainggolan jadi ikut tersangka.

“Saya juga heran, kenapa dia ini ikut ditahan disini,” ucap Manotar menirukan omongan Sinaga.

Manotar menjelaskan, bahwa kliennya bernama dan Josep usai ditangkap dan disiksa ditahan kurang lebih dua hari. Hal Senada dikatakan Richmond, bahwa saat ditangkap polisi, tangan mereka diikat daan mata ditutup menggunakan lakban lalu dipukuli.

“Klien kami sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Karena kedatangan mereka berdua dari medan ingin mencari pekerjaan di daerah Karawang. Dan saat di polres Subang sampai ditakuti jika tidak mengakui melakukan pembobolan Alfamart, teman saya akan dibunuh. Sayapun sampai protes, bahwa saya tidak melakukan pembobolan alfamart tersebut.” Ungkap Richmond Edward Panjaitan dan disetujui oleh Josep Sitorus. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply