Rizal Ramli: Kebijakan Berpihak Kepada Kelompok Bumi Putra

Rizal Ramli: Kebijakan Berpihak Kepada Kelompok Bumi Putra

Jakarta, mediakreasinews.com – Rizal Ramli akrab dipanggil RR, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada era kepemimpinan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Mengeluarkan pernyataan kepada 2 kandidat Calon Presiden Republik Indonesia. ” Bahwa adanya ketimpangan antara bumi putra dengan kelompok bisnis yang lebih mapan. Jika ketimpangan itu terus dibiarkan, cepat atau lambat akan terjadi kecemburuan sosial yang mendalam dan bisa berujung menjadi konflik dan kerusuhan sosial.” Ucap Rizal Ramli saat bertemu dengan awak media di kawasan tebet, Jumat (29/3/19).

Kecenderungan tersebut untuk memperbaiki ketidakadilan, ketimpangan dan kecemburuan sosial yang ada dengan melaksanakan kebijakan keberpihakan kepada bumi putra (affirmative policy).

” Apabila komitmen kedua capres perhatian terhadap program affirmative policy ini, maka dia akan banyak dipilih orang. Karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.” kata RR dihadapan para awak media.

Rizal melanjutkan pernyataannya, Affirmative Policy tersebut bisa dirumuskan dalam bentuk akses terhadap kredit, proyek pembangunan pemerintah, integrasi sosial dan profesional diantara banyak kelompok di Indonesia.

“ Ini pertanyaan kepada para Capres, apabila Affirmative Policy diumumkan dalam waktu dekat, sangat berpengaruh kepada elektabilitas kedua Capres. Karena saya yakin banyak rakyat yang ingin agar pemerintah baru memiliki program tersebut,” imbuh Rizal.

Program affirmative policy memberikan kesempatan dan peluang bagi kelompok minoritas dan perempuan dalam bidang Pendidikan, ekonomi dan sosial.

“ Saya tekankan disini, kepada Pak Jokowi dan Pak Prabowo, apakah bapak berdua mempunyai komitmen untuk melaksanakan kebijakan affirmative policy. ” ungkap Rizal Ramli menutup diskusi dengan awak media. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply