Lembaga Diskusi dan Kajian Prakarsa Widyacitta Memperingati Hari Lahir Pancasila

Lembaga Diskusi dan Kajian Prakarsa Widyacitta Memperingati Hari Lahir Pancasila

Jakarta, mediakreasinews.com –
Terinspirasi dari Hari Pendidikan Nasional dan menyikapi bahwa sejatinya orientasi pendidikan harus menghasilkan karakter ketauladanan, memotivasi dan melayani sebagaimana yang telah dipelopori Ki Hajar Dewantara maka kami melahirkan PRAKARSA WIDYA CITTA.

Ketua Umum Banteng Indonesia, I Ketut Guna Artha, mengatakan,

“Nama tersebut dipilih dengan makna inisiatif pembelajaran olah pikir dan rasa yang diproyeksikan sebagai embrio lembaga diskusi dan kajian.” Ucapnya saat deklarasi di gedung Impression, hari Sabtu (1/6/19).

Mahatma Gandhi, seorang tokoh penting dalam kemerdekaan India, seorang pejuang tanpa kekerasan (ahimsa) dan memegang teguh prinsip jalan menuju kebenaran (satyagraha) telah menginspirasi seorang Sukarno, pemikir pejuang dan pejuang pemikir, seorang nasionalis sejati dalam memandang prinsip kemanusiaan adalah satu (mindkind is one).

Pemikiran Gandhi juga menginspirasi generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela.

Igat panggilan akrab bernama lengkap I Ketut Guna Artha menambahkan,
Praktek ingin kaya dengan jalan pintas, lemahnya kesetiakawanan sosial, berilmu tanpa rasa kemanusiaan bahkan digunakan untuk memprovokasi dengan menebar kebencian, terdegradasinya budaya dan jatidiri bangsa, ambisi politik menghalalkan segala cara, berniaga tanpa etika serta praktek beragama yang eksklusif yang lebih mengedepankan identitas dibandingkan kualitas keimanan dan kemanusiaan masih nampak jelas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sepanjang 5 (lima) tahun terakhir ditengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bonus demografi, sangat disayangkan bangsa Indonesia energinya tersedot habis oleh hoax, ujaran kebencian dan pertikaian politik yang seharusnya energi tersebut dikapitalisasi untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing.” imbuhnya kepada awak media

Merujuk pada problem sosial yang dimaksud maka hakekat pendidikan yang mencerdaskan seharusnya memenuhi unsur olah pikir (intelektual) dan rasa (empati). Bangsa Indonesia harus bertekad melaksanakan revolusi mental, agar setiap anak bangsa menjadi agen perubahan menuju bangsa pemenang.

Sedangkan Lembaga Diskusi dan Kajian PRAKARSA WIDYA CITTA mempunyai visi dan misi, terdiri dari,

VISI,
Menjadikan pendidikan sebagai infastruktur dasar dalam menciptakan produktifitas dan daya saing berdasarkan kemanusian yang adil dan beradab 

MISI,
1) Memperkuat ideologi Pancasila agar lahir manusia Indonesia yang humanis, menghormari kebhinnekaan, tidak mudah terhasut hoax dan isu SARA demi persatuan Indonesia

2) Memperkuat orientasi pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki karakter ketauladanan, kepeloporan, profesionalisme dan loyalitas kepada negara yang berideologi Pancasila

3) Memantapkan wawasan kebangsaan, cara pandang bangsa Indonesia secara geostrategis dan geopolitik untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia

4) Mendorong tumbuhnya wirausaha baru melaui Koperasi, UMKM dan pemberdayaan BUMDes sebagai penggerak utama ekonomi domistik

5) Mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan rakyat atas tanah dan pemanfaatannya serta mencegah semakin meluasnya konflik agraria

6) Memastikan terciptanya stabilitas kawasan demi kedaulatan NKRI dan stabilitas kamtibmas sehingga terbangun optimisme membangun bangsa yang lebih maju. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply