PT Lion Metal Works Bagikan Deviden Rp 10 Setiap Saham Keputusan RUPST 2019

PT Lion Metal Works Bagikan Deviden Rp 10 Setiap Saham Keputusan RUPST 2019

Jakarta – Mediakreasinews, PT Lion Metal Works, Tbk akan membagikan dividen yang telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebesar Rp.10 per saham.

Kesepakatan yang diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan
dengan total dividen yang akan dibayarkan sekitar Rp 5,201,600,000

Direktur Utama Lion Metal Works Cheng Yong Kim menyampaikan bahwa total dividen yang akan di bayarkan sebelum potongan pajak yang akan di bayar sebanyak 520.160.000 saham dan Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah para pemegang saham yang namanya tercatat pada Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 4 Juli 2019.

“Jadi pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 23 Juli 2019. Sedangkan, tata cara pembayaran dividen tunai akan diumumkan pada 26 juni 2018”, ujar Cheng Yong Kim dalam publik ekspose di Hotel JW Marriot, hari Senen (24/6/2019).

Di tahun ini juga PT Lion Metal Works Tbk, mengungkapkan kondisi transisi pemerintahan saat ini menyebabkan banyak proyek yang tertunda.
“Kalau melihat pasar saat ini kami perkirakan kenaikan sekitar 5% dibandingkan tahun kemarin,” ujar Cheng Yong Kim, Direktur Utama LION saat paparan publik perseroan berlangsung.

Perusahaan mengincar kontrak dari proyek-proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti proyek oil refinery Pertamina dan petrokimia. Sementara banyak proyek tersebut yang belum jalan sepenuhnya.

“Ada sekitar delapan proyek oil dan petrokimia tersebut, baru sebagian yang jalan dan tanahnya luas, kami harapkan dapat ikut serta dalam proyek ini,” ujar Cheng.

Selain proyek oil dan petrokimia, LION juga mengincar proyek PLN terkait penyediaan tower listrik sutet di daerah seperti Kalimantan dan Sumatera. Untuk sementara ini perusahaan kebanyakan menangani kontrak penyediaan kebutuhan jalan tol, sebagai bagian dari proyek infrastruktur pemerintah, LION ambil bagian dari pengadaan beberapa kebutuhan seperti tiang lampu jalan.

“Kedepannya, perusahaan juga mewaspadai jika terjadi fluktuasi kurs, khususnya depresiasi nilai tukar Rupiah dimana hal tersebut mempengaruhi harga bahan baku dan bahan pendukung lainnya. Untuk itu perusahaan terus melakukan upaya efisiensi agar dapat menumbuhkan keuntungannya.” Papar Cheng Yon Kim.

Sekadar informasi, laba kotor LION terpengaruh penurunan revenue, tercatat di triwulan pertama tahun ini gross profit hanya Rp 31,15 miliar atau melemah 16% dibandingkan periode yang sama tahun kemarin Rp 37,5 miliar.

Setelah dikurangi pos beban lainnya perseroan memperoleh laba bersih senilai Rp 2,49 miliar di tiga bulan pertama tahun ini, anjlok hingga 66% dibandingkan kuartal-I 2018 yang masih mencatatkan nilai Rp 7,48 miliar. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply