Haidar Alwi : Tumpas Paham Radikalisme dan Intoleransi Agar Indonesia Sejahtera

Haidar Alwi : Tumpas Paham Radikalisme dan Intoleransi Agar Indonesia Sejahtera

Jakarta, mediakreasinews.com – Pergerakan radikalisme di Indonesia sampai saat ini sangat terstruktur dan senyap. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Haidar Alwi, saat mengadakan acara “Bincang Bersama Haidar Alwi”. Bertempat di Gedung Juang, Hari Rabu (17/7/19). Diskusi menghadirkan pembicara Tedy Wibisana, Ray Rangkuti, dan K Faturahman.

Radikalisme bukan hanya identik dengan HTI tapi faham ini ada di mana-mana. Bahkan di BUMN dan ASN banyak yang sudah terindikasi oleh paham tersebut. Bahkan saat saya berkeliling sholat Jumat, beberapa masjid banyak kaum intoleransi dan radikalisme.
Ini bahaya. Kenapa? Karena paham radikalisme ini ada biaya 10 persen dari penghasilan masuk ke kas organisasi mereka.

“Ekonomi mereka besar dan berkembang terus karena di ASN dan BUMN banyak anggotanya. Padahal sekali terjangkit penyakit radikalisme susah keluar.” Ungkap Haidar Alwi saat di tanya oleh awak media.

Paham radikalisme itu susah diberantas dan diberangus. Pemberantasan gerakan radikal ini harus kontinue. Kalau tidak maka Indonesia akan terpengaruh paham radikal ini.
Pemerintah harus tegas dengan pergerakan radikal ini, karena akan berpengaruh naik pangkat menjadi teroris.

“Kalau kita sayang anak cucu kita, maka kita harus hancurkan dan berangus radikalisme di Indonesia. Jangan sisakan satu pun, sebab paham radikalisme ini seperti virus.” Imbuh Haidar.

Mereka tidak mendalami ajaran Rasulallah Muhammad SAW. Ajaran yang benar adalah Islam sebagai rahmatan lil alamin.

“Inti dari Islam dan agama adalah kasih dan sayang. Itulah esensi diciptakannya manusia di dunia. Kita diciptakan untuk saling berkasih dan bersayang sebagai esensi ilahiyah. Jadi jelas, intoleransi, radikalisme, kemudian terorisme itu ajaran sesat yang berkedok dengan agama,” tegasnya. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply