Mengaplikasi Visi Indonesia Dalam Menghadapi Era Industri 4.0

Mengaplikasi Visi Indonesia Dalam Menghadapi Era Industri 4.0

Jakarta, mediakreasinews.com – Kegiatan Diskusi tantangan Kebangsaan Menghadapi Era Industri 4.0 menghadirkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatulloh sebagai narasumber. Bertempat di Hotel RedTop, Pecenongan, Kamis (25/7).

Sedangkan ketua panitia dari kegiatan ini, Roni Rosa, sebagai ketua FKRJ, Forum Komunikasi Relawan Jokowi, mengatakan bahwa kami panitia ini ingin mengaplikasi pidato Jokowi di Sentul, Bogor.

” Pak Jokowi mengutarakan Visi untuk lima tahun kedepan. Kami Relawan yang hadir di pertemuan Gedung Sentul, Bogor, ingin mengaplikasikan visi Indonesia dalam menghadapi Era Industri 4.0. Oleh karena itu, diskusi hari ini mengupas hal tersebut, agar relawan memahami dan siap menghadapi Era Industri 4.0.” Ucap Roni Rosa saat di wawancarai awak media.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin periode yang kedua ini. Melanjutkan program infrastruktur, salah satunya adalah membangun konektivitas antar daerah.

“Visi Indonesia Jokowi yang di paparkan saat di Sentul, Bogor, Pertama melanjutkan pembangunan infrastruktur, kedua penguatan SDM, ketiga membangun dan memperluas investasi, serta keempat reformasi birokrasi,” papar Budi Karya dalam makalahnya.

Beliau melanjutkan, transportasi antar daerah, kota dan desa lebih dititik beratkan untuk dipercepat. Agar dapat mengurangi jarak tempuh komuditas sampai ke tempat tujuan.

Dalam konteks nasional, lanjut Budi Karya, pemerintah punya upaya membuat jalur logistik utama. Juga mengidentifikasi masalah dari barat sampai timur untuk segera diselesaikan. Agar jaringan konektivitas antar wilayah, dapat mengurangi biaya transportasi yang besar.

“Terhubungnya jalur distribusi pasokan komoditas untuk rakyat sangat penting, agar menghilangkan perbedaan harga setiap daerah, kota dan desa.” Tuturnya.

Hadir juga Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatulloh menyoroti soal perkembangan teknologi digital yang memberi besar tantangan bagi masyarakat.

Poempida pun mengusulkan agar pemerintah membuat kebijakan Universal Basic Income sebagai jaringan pertahanan sosial bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi pertarungan era digital 4.0.

“Secara alamiah, manusia ataupun masyarakat kita harus bersaing dengan mesin dan teknologi. Ini yang harus diantisipasi dengan sumber daya yang ada,” jelas Poempida.

Poempida menegaskan, pada kenyataannya, manusia perlu income. Sebab semua orang semakin tergantung pada energi, dan energi harus dibeli.

“Inilah makanya harus ada penataan dengan pendekatan kebijakan dalam konteks yang benar. Bagi perusahaan yang melakukan artificial technologi harus ikut bertangging jawab. Harus dikelola persaingan ini agar masyarakat yang belum mengerti tidak semakin tertindas,” ungkapnya.(edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply