Warga NTT Minta Penjelasan Gubernur Laiskodat Soal Relokasi Masyarakat Pulau Komodo

Warga NTT Minta Penjelasan  Gubernur Laiskodat Soal Relokasi Masyarakat Pulau Komodo

Jakarta, mediakreasinews.com – Pesatnya pembangunan parisiwata Labuan Bajo mendorong pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur gencar mewacanakan ide-ide untuk menata kembali kawasan taman nasional Komodo yang akan menjadi pariwisata bertaraf premium sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Implikasi dari proyek ambisius ini, Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat mengeluarkan pernyataan bakal menutup pulau komodo selama satu tahun untuk melakukan konservasi demi mengembalikan keaslian habitat pulau komodo.

Menurut Yons Ebiet, Ketua Umum garda NTT, kewenangan penutupan pulau komodo itu sendiri sesungguhnya ada di Kementerian Lingkungan Hidup.

” Dampak dari penutupan ini tentu saja mematikan pelaku-pelaku usaha pariwisata di kawasan tersebut. Lebih bahaya lagi, nasib warga yang bermukim di pulau komodo sekitar 2.000 orang terancam harus digusur secara paksa oleh pemerintah. Ini adalah bentuk-bentuk penindasan yang telah mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan tentu saja melanggar prinsip-prinsip dasar Hak Azasi Manusia sebagaimana telah diatur dalam UUD 45.” Ucap Yons saat ditemui awak media, di sela – sela melakukan orasi.

Yons Ebiet melanjutkan pernyataannya, Hak Asasi Manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa sejak lahir, maka tidak seorang pun dapat mengambilnya atau melanggarnya.

” Kita harus menghargai anugerah ini dengan tidak membedakan manusia berdasarkan latar belakang ras, etnik, agama, warna kulit, jenis kelamin, pekerjaan, budaya, dan lain-lain. Namun perlu diingat bahwa dengan hak asasi manusia bukan berarti dapat berbuat semena-mena, karena manusia juga harus menghormati hak asasi manusia lainnya.” Imbuh ketua Garda NTT di lokasi Wisma NTT, Jalan Tebet Timur dalam, Jakarta, Jumat (2/8/19).

Hal senada diucapkan Aziz de Ornain, sebagai Humas Forum Pemuda NTT menyayangkan pernyataan Gubernur NTT di sejumlah media massa yang menyebutkan warga masyarakat yang tinggal di pulau komodo adalah masyarakat liar. Menurutnya, pernyataan itu sangat menyakiti hati rakyat NTT.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan Gubernur NTT (Viktor B. Laiskodat) yang menyebut masyarakat yang tinggal di pulau komodo liar.” ujar Aziz.

Aziz juga mempertanyakan kejelasan soal upaya penutupan pulau komodo.

“Gubernur belum menjelaskan secara konkrit dan ilmiah tentang penutupan pulau komodo,” ucapnya. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply