Pernyataan Sikap Organisasi dan Yayasan Kristen Menyambut HUT RI 74 Tahun

Pernyataan Sikap Organisasi dan Yayasan Kristen Menyambut HUT RI 74 Tahun

Jakarta, mediakreasinews.com – Sejumlah pimpinan organisasi dan yayasan masyarakat berbasis agama Kristen, Melalukan konferensi pers terkait HUT RI ke 74. Dengan tema “Makna Kemerdekaan Indonesia di HUT RI ke 74″ bertempat di Restoran Handayani Prima, Matraman, kamis (15/8).

Ketua Umum DPP Gerkindo, Yerry Tawalujan mengatakan, pertemuan ini untuk memaknai arti kemerdekaan RI ke-74 yang jatuh pada 17 Agustus 2019 mendatang.

” Republik Indonesia sudah 74 tahun merdeka tetapi kemerdekaan untuk masyarakat seluruh Indonesia belum dirasakan semuanya, seharusnya tidak ada lagi masalah gizi buruk, masalah tumbuh kembang bayi. Dan masalah orang harus mengungsi secara terpaksa, apa yang terjadi di Papua,” ucap Yerry.

Yerry melanjutkan, negara yang merdeka secara penuh seharusnya tak ada lagi intimidasi bagi umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Hal ini menjadi salah itu isu yang ditekankan bersama.

“Kami tidak bisa mengklaim mewakili umat Kristen, tidak, sama sekali tidak. Tetapi kami mau menyampaikan suara umat Kristen yang di tempat-tempat tertentu merasa masih jauh dari kemerdekaan. Tidak bisa bebas melaksanakan dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing,” ungkapnya.

Perlu di ketahui bersama yang hadir DPP Gerkindo ( Gerakan Kasih Indonesia), DPP API (Asosiasi Pendeta Indonesia), DPP MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia), PCPI (Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia), Parkindo (Partisipasi Kristen Indonesia), PIM (Perempuan Indonesia Maju), ICW (Indonesia Christian Watch), Lumbung Yusuf, dan terakhir DPP AKGI (Aliansi Kerjasama Gotong Royong Indonesia). Sejumlah ormas tersebut juga mengeluarkan pernyataan terdiri dari,

1. Kemerdekaan bagi Presiden untuk memakai hak prerogatifnya menentukan pembantu dalam kabinet.

Presiden harus bebas dan merdeka dari pengaruh Ormas, Relawan, bahkan Partai Politik dalam menentukan dan mengangkat pembantu-pembantunya yang akan duduk sebagai Menteri dalam Kabinet 2019-2024

2. Kemerdekaan bagi setiap umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai kepercayaan dan agama masing-masing.

– Tidak boleh lagi ada intimidasi apalagi pelarangan ketika umat beragama ingin menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya.

– Kami mendukung aparat keamanan untuk secara tegas menindak oknum-oknum yang bertindak seolah berada diatas hukum dan melakukan pelarangan umat untuk beribadah.

3. Kemerdekaan bagi penganut aliran kepercayaan untuk mengekpresikan dan menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya.

– Aliran kepercayaan sesungguhnya adalah agama asli nusantara yang telah ada di bumi Indonesia ratusan tahun sebelum masuknya agama-agama yang sekarang diakui resmi di Indonesia.

4. Kemerdekaan setiap penduduk Indonesia untuk mendapatkan penghidupan yang layak, secara khusus bebas dari masalah gizi buruk dan stunting

5. Kemerdekaan bagi anak-anak muda usia produktif untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu mereka layak diberdayakan, ditingkatkan keahlian SDM-nya dan diberikan bantuan ketersediaan lapangan pekerjaan.

6. Kemerdekaan mempertahankan budaya asli nusantara dari serbuan budaya luar yang bukan Indonesia.

– Kembali ke jati diri Indonesia dengan budaya asli. Indonesia bukan barat bukan juga Arab.

– Indonesia harus merdeka dari serbuan budaya asing.

7. Kemerdekaan untuk mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

– Kemerdekaan mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila menuntut ketegasan Pemerintah bukan hanya untuk membubarkan ormas-ormas intoleran anti Pancasila tapi juga membersihkan aparat sipil negara di semua kementerian, BUMN, Universitas dan lembaga-lembaga pendidikan dari orang-orang yang terpapar paham khilafah. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply