Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia Dorong DR. HC. Herman Yoku, SIP Sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi

Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia Dorong DR. HC. Herman Yoku, SIP Sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi

Jakarta, mediakreasinews.com – Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia kembali mengadakan diskusi interaktif bersama awak media, bertema “Perlukah Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi 2019-2024”, bertempat di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/8). Berlangsung menarik dan aktif. Diskusi menghadirkan, DR. (HC) Herman Yoku, SIP, yang saat ini menjabat Ketua Dewan Adat Suku Wikoya Souyo Papua, dan Ary Buntoro, yang menjadi Penasehat Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia.

DR (HC) Herman Yoku, SIP mengatakan, saat ini menjabat Ketua Dewan Adat Suku Wikoya Souyo Papua sekaligus Anggota Majelis Rakyat Papua, saat ini diusung oleh relawan Jokowi Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia sebagai Calon Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi 2019-2024. Ia mengakui bahwa masyarakat Papua masih berteriak belum merasakan Otsus, padahal anggaran terus mengalir dari pemerintah pusat. Hal ini perlu disikapi dengan ketegasan pengawasan dari aparat penegak hukum.

“Semua kementrian dana yang akan disebar ke masyarakat terletak pada pengawasan saja. Jika ditugaskan sebagai Menteri PDT & Transmigrasi, tugas saya pertama adalah akan mengaudit dulu 5 tahun sebelumnya untuk dijadikan pengalaman bagi 5 tahun berikutnya. Setelah diketahui kelemahannya, baru saya akan melakukan tekanan membereskan ke dalam (instansi). Sikap jujur dan berani serta tegas diperlukan pada saat ini karena sesuai amanat Presiden.” ujar Herman.

“Seorang Menteri yang menjadi Pembantu Presiden harus mampu menterjemahkan visi-misi Presiden Jokowi, termasuk menampung aspirasi masyarakat dalam setiap kebijakannya. Hubungan kedekatan figur menteri dengan Presiden Jokowi harus punya chemistry sangat penting, karena pembantu presiden itu harus sinkron dengan visi dan misi Presiden Jokowi dan bisa bekerja mengikuti ritme beliau,” lanjut Herman.

Lokasi yang sama Ary Buntoro, yang menjadi Penasehat Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan ke 8 kabupaten di wilayah Indonesia Timur yang dilakukannya di tahun 2016 bersama tim dari staf kepresidenan, ada satu poin yang menjadi persoalan yaitu tentang komunikasi yang tidak terimplementasi dengan baik dimana informasi baik program maupun kebijakan dari Presiden belum terimplementasi dengan baik sehingga masyarakat merasa bingung bagaimana mendapatkan sarana program tersebut.

“Dengan demikian, selain standar dan parameter calon menteri ke depan yang harus terpenuhi, ada satu hal lagi yaitu bagaimana seorang menteri ini mampu menterjemahkan visi Jokowi dan diimplementasikan di kementeriannya. Apa yang kami lakukan juga sebagai implementasi dari keinginan Jokowi yang menghendaki fungsi relawan untuk menjembatani dan mengawal program pemerintah agar terimplementasi dengan baik,” ucap Ari dalam acara Ngopi Kebangsaan.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply