Ikatan Mahasiswa Timika, Kami Papua, Kami Indonesia

Ikatan Mahasiswa Timika,  Kami Papua, Kami Indonesia

Jakarta, mediakreasinews.com – Saat akan momen peringatan proklamasi Republik Indonesia yang ke-74, terulang kembali kejadian pilu, terjadi peristiwa luka bagi NKRI, ketika mahasiswa dari Papua merasa dipersekusi dan mendapat tindakan rasial oleh beberapa organisasi masyarakat di Surabaya, Malang, dan Semarang. Tindakan tersebut memicu kemarahan orang orang seantero papua. Kemarahan tersebut diperparah dengan pecahnya demonstrasi di Manokwari, Papua Barat, dan Jayapura. Hari  Senin, 19 Agustus 2019 yang dimana ini semakin membuat lebarnya Disintegrasi di bangsa ini. Kejadian di Surabaya, Malang, dan Semarang tersebut. Ikatan Mahasiswa Timika di Jakarta melakukan konperensi pers terkait kejadian di papua, kegiatan tersebut berlangsung di cafe kawasan cikini, Hari Kamis (29/8).

Semmy jenggu, sebagai Ketua Forum Komunikasi Anak Papua mengatakan, Terlepas dari bagaimana fakta kejadiannya sesungguhnya, dihubungkan dengan berbagai rangkaian peristiwa terbunuhnya beberapa anggota TNI dan Polri oleh gerakan separatis di Papua akhir- akhir ini.

“Selama ini bahwa ada persoalan bangsa ini tentang Papua  yang belum selesai. Sebagaimana digariskan dalam konstitusi dari tahun 1969 sampai sekarang. Tujuan kita berbangsa adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan ini, hingga hari ini, masih jauh dari harapan, bukan hanya bagi masyarakat Papua  tapi bagi seluruh rakyat Indonesia.” Ucap Semmy jenggu.

Hadir juga Alfian akbar, sebagai koordinator Ikatan Mahasiswa Timika, munculnya insiden mahasiswa Papua di Surabaya, karena akumulasi janji dari pemerintah pusat tidak dijalankan.

“Contoh dengan tenaga kerja freeport yang di PHK hampir 8300 orang dan selama 2 tahun berjuang ke Jakarta untuk mencari keadilan tetapi negara tidak hadir. Dan masih banyak janji tidak dijalankan hingga hari ini. Sejak pak Jokowi menjadi Presiden, masalah papua dapat di kerjakan dan janji yang dahulu kala dikumandangkan mulai dapat dibenahi.” Kata Alfian kepada awak media.

Alfian menambahkan, masyarakat papua jangan dikeraskan dan dihina serta tidak diperhatikan dengan baik. Perlakukan masyarakat papua sama dengan yang lain.

” Masyarakat Propinsi Papua jangan di keraskan dan sampai harus dengan senjata untuk menanganinya. Perlakukan secara baik seperti dengan propinsi yang lain. ” imbuh Alfian.

Perlu diketahui tanah Papua tidak hanya tinggal orang asli papua (OAP) tapi banyak masyarakat pendatang dari luar papua yang tinggal dan menetap di tanah tersebut jangan sampai ini berujung pada perang saudara. Aksi kekerasan tidak boleh berlanjut, karena hanya akan menjadi spiral kekerasan berikutnya. Selain itu negara harus segara hadir dengan pendekatan yang lebih humanis, berkeadilan dan berkemanusian dalam meredam situasi di Papua dan Papua Barat. Oleh karena itu Jangan ada sakit hati sesama anak bangsa yang diakibatkan ujaran kebencian atau ujaran bersentimen SARA, karena itu musuh Pancasila.

Oleh karena Itu Kami Ikatan Mahasiswa TIMIKA menyatakan sikap bahwa
Kami adalah Pemuda Papua, kami orang Papua , Kami Juga Indonesia oleh karena itu kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia Untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI
Meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menindak pelaku-pelaku rasialisme dan kami menyerahkan semuanya kepada proses hukum yang berjalan;
Menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi. (Edo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply