Tanggapan istri Nyoman Dhamantra Anggota Komisi VI DPR

Tanggapan istri Nyoman Dhamantra Anggota Komisi VI DPR

Jakarta, mediakreasinews.com – Anggota DPR I Nyoman Dhamantra yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, merasakan sejumlah keganjilan dalam proses hukum yang kini tengah dijalaninya. Dalam proses penyidikan oleh KPK misalnya, banyak ditemukan hal hal yang sesungguhnya tidak berkaitan dengan kasus yang sedang terjadi. Hal tersebut ungkapan dari Istri I Nyoman Dhamantra, saat ditanya oleh awak media dalam konferensi pers di The Sultan Hotel, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/9)/

Laura Sastrodihardjo sebagai istri I Nyoman Dhamantra, mengatakan kejanggalan tersebut juga terjadi pada waktu pemeriksaan Dhamantra. Menurutnya, penetapan status tersangka hanya berdasarkan asumsi Mirawati Basri yang juga ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. 

“Waktu BAP kemarin, suami saya tidak di BAP dari kemarin (dulu) jadi saksi terus. Akhirnya pengacara saya kirim surat ini harus jelas kalau memang tersangka, tolong tersangka di mana kita harus tahu. Tapi ternyata hanya berdasarkan asumsi si perempuan (Mirawati Basri) ini, kan nggak bisa begitu, ” ujar Laura.

Laura melanjutkan, MB telah mengaku menggunakan nama Nyoman untuk hal-hal yang tidak sesuai dan berjanji akan bertanggung jawab atas kasus tersebut. Tetapi berbeda dengan kenyatan, sampai sekarang MB tidak kunjung menepati janjinya.

“Saya masih menunggu etikat baik MB karena mengaku salah, dia meminta maaf pada suami saya dia salah dan mengatas namakan suami saya untuk suatu yang tidak benar. Dia bilang bikin surat pernyataan nanti dia tanggung jawab dan tanda tangan tapi sampai sekarang belum tanda tangan,” ucapnya.

Laura kesal bahwa adanya pengakuan Mirawati, sebagai istri dari Nyoman. Laura memperlihatkan bukti pernikahan bahwa dirinya merupakan istri sah Nyoman. 

“Perempuan ini (MB) mengaku nikah sirih dengan suami saya. Suami saya pemuka agama Hindu, nikah sirih cuma ada di islam, sedangkan di agama kami tidak ada,” imbuhnya.

Perlu diketahui Dhamantra yang merupakan anggota Komisi VI DPR F PDIP diduga meminta fee Rp 3,6 miliar dan commitment fee Rp 1.700-1.800 per kg bawang yang diimpor kepada pengusaha bernama Chundry Suanda (Afung) dan Doddy. Uang tersebut diduga terkait proses perizinan kuota impor 20 ribu ton bawang putih.

KPK menduga uang yang telah diterima Dhamantra berjumlah Rp 2 miliar. Uang itu diduga ditransfer lewat rekening di money changer.
Total enam orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka, yaitu:
Tersangka pemberi:

1. CSU alias Afung (Chandry Suanda) swasta
2. DDW (Doddy Wahyudi) swasta
3. ZFK (Zulfikar) swasta

Tersangka penerima:

a. INY (I Nyoman Dhamantra) Anggota DPR 2014-2019
b. MBS (Mirawati Basri) orang kepercayaan INY
c. ELV (Elviyanto) swasta (ed)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply