Sejumlah Ormas Betawi Membahas Ibukota Pindah

Sejumlah Ormas Betawi Membahas Ibukota Pindah

Jakarta, mediakreasinews.com – Pembahasan pemindahan Ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur menarik dibahas oleh para ormas dan elemen masyarakat Betawi.

Organisasi masyarakat Betawi seperti Majelis Adat Betawi, BPH Bamus Betawi, DPD Bamus Betawi, Ormas-ornas Betawi, Forum Betawi Rempug (FBR), Yayasan-yayasan Betawi, Sanggar Seni Betawi, Perguruan Silat Betawi, serta para Aktifis menyatakan sangat mendukung rencana pindah ibukota. Mereka menilai Jakarta sudah sesak dan tak mungkin lagi menapung.

Wakil Bendahara Bamus Betawi, David Darmawan mengatakan, bahwa perpindahan Ibukota tidak jadi masalah, yang terjadi adalah jika perpindahan ini tidak memberikan tanda terima kasih kepada masyarakat Betawi.

” Perpindahan Ibukota tidak masalah, jika perangkat Undang- undangnya disiapkan dengan tepat. Hampir 74 tahun DKI Jakarta menjadi Ibukota, setidaknya pemerintah pusat berterima kasih untuk sekian lama menjadi Ibukota. Jika kemudian Jakarta hanya menjadi kota bisnis, budaya dan sama persis dengan kota lainnya. Maka yang didahulukan adalah sumber daya manusia (SDM) masyarakat asli Jakarta. Karena orang asli Jakarta harus menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri.” Kata David, di sela – sela diskusi publik bertajuk: Perpindahan Ibukota, Buruan dah!!.

Diskusi itu menghadirkan pembicara diantaranya, Sekretaris Majelis Adat Betawi sekaligus Ketum Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim, S.ag, Anggota DPRD-DKI Fraksi Golkar HR Khotibi Achyar (Haji Beceng), Ketua Bidang Politik Bamus Betawi DR. Usni Hasanudin, Ketua Umum BBM Haji Muhidin Muhtar, dan para tokoh betawi lainnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum FBR sekaligus Sekretaris Majelis Adat Betawi, KH Lutfi Hakim, S.ag, mengatakan, pindah ibukota sebenarnya tak ada masalah.

“Yang jadi masalah adalah konsep apa yang akan ditawarkan kepada kita orang Betawi setelah nanti Jakarta tak lagi jadi ibukota. Inilah yang kita harus pikirkan,” ujar Kiai Lutfi.

Ia juga meyakini, jika nanti pindah ibukota bukan berarti semua akan berpindah. “Mungkin akan ada yang tertinggal di sini, entah pusat bisnis, wisata, budaya atau lainnya,” ucapnya.

Dengan dasar itu, Kiai Lutfi berharap, jika memang nanti ibukota betul-betul pindah, maka harus ada studi kelayakan yang cukup terkait konsep apa yang ditawarkan kepada warga betawi sebagai mantan ibukota.

Adapun HR Khotibi Achyar S.Ip. akrab dipanggil Haji Beceng mengatakan, UU nomor 29/2017 tentang kekhususan Daerah Ibukota Jakarta tentu akan dicabut setelah Jakarta tak lagi menjadi ibukota.

Kalau tak lagi jadi ibukota, kata Haji Beceng, hak politik warga betawi yang selama ini tak ada akan dikembalikan. DKI akan ada pemilihan walikota langsung, juga akan ada DPRD tingkat II.

“Maka Walikota bisa dipilih langsung oleh masyarakat. Makanya sekarang anak betawi sekolah dah yang tinggi-tinggi,” jelas Haji Beceng.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply