Pameran Internasional Produk Makanan, Minuman, HORECA, Jasa Boga dan Bakery Kembali Digelar

Pameran Internasional Produk Makanan, Minuman, HORECA,  Jasa Boga dan Bakery Kembali Digelar

Jakarta, mediakreasinews.com – SIAL INTERFOOD 2019 merupakan sebuah platform B2B yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta pameran untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama.

“Kali ini SIAL INTERFOOD untuk ke-19 kalinya kembali hadir di Jakarta, Indonesia, yang diikuti 900 peserta dari 30 negara,” ujar Daud D Salim Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama dalam sambutannya di pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2019, berlangsung mulai hari ini , Rabu (13/11) hingga Sabtu (16/11) di JI Expo, Kemayoran, Jakarta.

Daud D Salim juga mengatakan rasa terimakasih atas dukungan pemerintah selama ini, atas terselenggaranya axara SIAL INTERFOOD 2019.

Adapun dari 30 negara yang mengikuti seperti: Australia, Argentina. Belanda, Belgium. China. Dubai, Ecuador, India, Indonesia. Itali. Jepang. Jerman. Korea Selatan, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestine, Pakistan, Perancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Turki, Timor Leste, Thailand, USA, Vietnam, dan Yunani.

Seperti sudah kita ketahui industri makanan dan minuman merupakan industri strategis dan salah satu industri prioritas dalam percepatan implemenfasi Making Indonesia 4.0.. Hal tersebut dapat terlihat pada kontribusi Industri makanan dan minuman yang mencapai 6,25% terhadap PDB nasional dan 37% terhadap PDB industri pengolahan non migas pada triwulan III tahun 2019, dengan laju petumbuhan sebesar 7,72% (C to C).

Realisasi investasi industri makanan dan minuman periode Januari-September 2019 mencapai Rp26,39 Triliun untuk PMDN dan 1 miliar USD untuk PMA. Jumlah tenaga kerja di sektor industri makanan dan minuman pada Februari 2019 sebanyak 5,2 juta orang atau 28,52 % dari total tenaga kerja industri pengolahan yang mencapai 18,2 juta orang.

Ekspor produk makanan dan minuman (termasuk minyak kelapa sawit) pada periode Januari-September 2019 sebesar 19,31 miliar USD dengan nilai impor sebesar 8,78 miliar USD sehingga neraca perdagangan bernilai positif. Keikutsertaan dalam pameran berskala internasional seperti pameran SIAL Interfood 2019 diharapkan menjadi salah satu cara dalam rangka meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman sehingga diharapkan Indonesia mampu menjadi pemain industri makanan dan minuman terkemuka di ASEAN.

Ditargetkan pengunjung SIAL INTERFOOD 2019 sebanyak 82.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri, yang nantinya akan menampilkan lebih dari 28 sektor, antara Iain produk susu dan telur, keju, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, produk makanan sehari-hari, produk bakery, Ingredients cokelat, kopi dan teh, gelato dan es krim, minuman beralkohoI dan non alkohol, produk makanan sehat, produk makanan kalengan, produk makanan organik, produk makanan beku, peralatan horeca dan catering, perlengkapan, memasak serta peralatan memasak, pengemasan kue, mesin Pendingin, mesin kasir, acessories dan mesin bakery ,mesin, mesin pengolah makanan dan minuman dengan teknologi terbaru. (Red)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply