Mentan Lepas Ekspor Makanan Olahan Tujuan Jepang dan Timor Leste

Mentan Lepas Ekspor Makanan Olahan Tujuan Jepang dan Timor Leste

Jakarta, mediakreasinews.com – Peningkatan hasil peternakan harus dikerjakan serius demi memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar dunia, hal ini harus dibangun melalui kerja sama pemerintah dan semua pihak yang terlibat di sektor peternakan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) didampingi Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI), T Hadi Gunawan saat melepas ekspor produk peternakan Charoen Pokphand berupa produk olahan ayam, griller ayam dan pakan ternak ayam dengan tujuan Jepang dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), di Kantor PT Charoen Pokphand Indonesia, Jalan Ancol Barat, Jakarta Utara, Minggu (24/11)/

Syahrul mengucapkan, kalau kita tidak serius memikirkan bagaimana dengan kebutuhan makan 267 juta orang. Bagaimana dengan kehidupan mereka, maka jika kita tidak serius pertumbuhan penduduk yang 3 juta satu tahun itu mampu tidak bisa kita kejar.

“Inilah yang harus memicu adrenalin kita, memicu pejabat kita untuk bersama-sama membangun pertanian dan peternakan kita,” ucapnya.

Syahrul menambahkan, sesudah beternak, di ujung sana memang harus ada yang order. Ada yang harus masuk pusat produksi karena di sana ada industri seperti nugget.

“Saya merasa inilah tugas saya yang harus melibatkan semua pihak dalam membangun peternakan Indonesia,”tukas nya.

Ia menekankan perkembangan peternakan dan pertanian Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Sebab hal itu merupakan langkah kemunduran.

Pemerintah kata SYL tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah butuh kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk membangun pertanian ini. “Masa kita kalah sama Malaysia atau Thailand. Kita harus lebih maju dari mereka,” ucap SYL.

Kesempatan yang sama, Presiden Komisaris PT CPI, Hadi Gunawan menjelaskan bahwa pelepasan ini melengkapi total ekspor yang dilakukan PT CPI sejak 2017 yang mencapai 200 kontainer.

“Pengiriman yang sekarang dilaksanakan mencapai 200 kontainer dari total ekspor kita selama tahun 2017. Sedangkan untuk ekspor 16 kontainer hari ini (November 2019), nilai yang dihasilkan mencapai Rp2.512.565.720,”ucap Hadi Gunawan.

Hadi Gunawan menambahkan, Indonesia sudah swasembada daging ayam dan dengan dukungan pemerintah yang sangat kuat maka Charoen Pokphand tertantang untuk menembus pasar ekspor.

“Ekspor ini terjadi berkat berbagai upaya yang telah dilakukan CPI dengan peran dan dukungan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan Indonesia,”imbuhnya.

Sebagai informasi, ekspor kali ini, CPI mengekspor sebanyak 58,7 kilogram (kg) griller senilai Rp 1,06 miliar dan 200 ribu kg pakan dengan nilai Rp 1,2 miliar ke RDTL. Sementara itu, ke Jepang, CPI mengekspor sebanyak 6.000 kg produk olahan ayam senilai Rp 239 juta. Secara total, nilai ekspor ke dua negara tersebut sebanyak Rp 2,5 miliar.(red)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply