Saksi Ahli Bartholomeus Toto Minta Keterangan Dua Alat Bukti Kepada KPK

Saksi Ahli Bartholomeus Toto Minta Keterangan Dua Alat Bukti Kepada KPK

Jakarta, mediakreasinews.com – Sidang praperadilan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dengan Bartholomeus Toto (BTO) yang dipimpin Hakim Sujarwanto, SH, MH dilanjutkan dengan kehadiran para saksi ahli dari pihak pemohon (Bartholomeus Toto).

Saksi ahli yang dihadirkan bernama Dr. Septa Candra, SH MH, ahli hukum pidana dan acara pidana mengatakan, seseorang bisa ditetapkan menjadi tersangka harus mempunyai dua alat bukti.

” KPK dengan penyidiknya harus membuktikan dua alat bukti kepada seseorang, agar ditetapkan sebagai tersangka tidak bisa dengan hanya satu alat bukti. Dan harus sesuai dengan KUHAP. ” ucap Septa Candra, dicegat awak media, setelah selesai menjadi saksi ahli. di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Hari Rabu (8/01/2020).

Menurut Septa, KPK tidak bisa menggunakan aturan penyidikan internal dan harus sesuai ketentuan KUHAP.

“Penggunaan dalil di KUHAP tetap harus menjadi pedoman saat penetapan tersangka di KPK. Jangan dilanggar peraturan yang sudah ada. Serta tidak boleh bertentangan dengan perundang undangan yang ada. ” Kata Septa Candra, merupakan dosen Hukum di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Septa Chandra menyayangkan KPK terlalu buru – buru menetapkan tersangka kepada pemohon dalam hal ini Bartholomeus Toto (BTO).

“KPK seharusnya tidak buru buru saat menetapkan seseorang sebagai tersangka, karena dapat berdampak hukum. Dan penetapan tersangka dapat dibatalkan oleh pengadilan.” Imbuhnya.

Ditemui tempat yang sama kuasa hukum pemohon, Supriyadi mengatakan, KPK masih melakukan proses penyidikan terhadap kasus mega proyek Meikarta dengan tersangka Bartholomeus Toto. 

“KPK masih melakukan penyidikan untuk mengumpulkan bukti – bukti, tetapi sudah menetapkan tersangka kepada Bartholomeus Toto. Artinya belum sempurna sehingga dalil kita sudah terpenuhi. Dan sudah dapat dibuktikan dalil kita bahwa KPK tidak memiliki 2 alat bukti yang cukup untuk menetapkan pemohon sebagai tersangka,” terangnya kepada awak media.

Ditambahkannya, KPK sudah banyak saksi yang dihadirkan sudah ada alat bukti juga bukti surat tapi semuanya itu diduga tidak relevan dengan kasus dugaan penyuapan Bartholomeus Toto.

“Tapi yang kita lihat bukti pengembalian uangnya, artinya uang yang dikembalikan oleh si penerima Neneng Hasanah Yasin dijadikan bukti, sedangkan bukti yang menurut kita dan pendapat ahli harusnya relevan dengan peristiwa yang terjadi itu. Tetapi bukti pengembalian uang dianggap sebagai bukti melakukan penyuapan bukan setelah terjadi penyuapan ini jadi bukti yang ada itu tidak relevan.” Pungkasnya.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply