Kejanggalan Pengajuan Dua Alat Bukti Oleh KPK

Kejanggalan Pengajuan Dua Alat Bukti Oleh KPK

Jakarta, mediakreasinews.com – Sidang praperadilan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dengan Bartholomeus Toto (BTO) berlangsung kembali dengan dipimpin Hakim Tunggal Sujarwanto, SH, MH dilanjutkan dengan mendengarkan kesimpulan. Bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Hari Jumat (10/01/2020).

Pemohon dalam hal ini BTO bersama kuasa hukum dari Kantor Hukum Supriyadi & Associates mengatakan, poin pentingnya menerima dan mengabulkan permohonan yang kami ajukan pada kasus ini, karena banyak kejanggalan dari KPK dalam hal penetapan tersangka (BTO).

“Hal yang penting pada kasus ini banyak kejanggalan dari KPK dalam hal penetapan tersangka hingga atas penahanan tersangka, dan membatalkan penetapan tersangka (BTO) oleh KPK.” Ucap Sultan abdul basit mewakilkan Kantor Hukum Supriyadi & Associates.

Kuasa hukum dan pemohon sudah menghadirkan saksi ahli, dan ahli telah menyampaikan bahwa dari pihak tersangka sendiri dalam hal penetapan tersangka, minimal ada dua alat bukti yang harus dihadirkan, itu sudah umum. Tapi ini satu saksi. Satu saksi bukan saksi ini menjadi sangat mendasar.

‘Seluruh penegak hukum harus mentaati bahwa minimal ada dua alat bukti yang dihadirkan.
Jika satu saksi bukan saksi, ini yang menjadi sangat mendasar. Dalam hal ini KPK, mengabaikan dua alat bukti tersebut. Berdasarkan fakta dan hukum baik kuasa hukum dan pemohon, permohonan yang kami ajukan dapat diterima oleh hakim. Mudah mudahan tidak ada perubahan dari hakim.” Imbuh Basit panggilan akrabnya. (Red.)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply