Hakim Tolak Praperadilan Eks Presdir Lippo di Kasus Suap Meikarta

Hakim Tolak Praperadilan Eks Presdir Lippo di Kasus Suap Meikarta

Jakarta, mediakreasinews.com – Sidang praperadilan dengan nomor perkara 151/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL yang terdaftar di PN Jakarta Selatan pada Rabu (27/11/2019) antara KPK dengan Bartholomeus Toto. Setelah melalui proses panjang sidang pada hari Selasa (14/01/2020), akan membaca putusan terkait penetapan tersangka.

Sultan Abdul Basit, Kuasa hukum Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto, cukup kecewa dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak gugatan praperadilan kliennya dalam kasus suap proyek Meikarta.

Sultan Abdul Basit akrab dipanggil Basit mengatakan pihaknya menerima putusan hakim, namun masih akan berjuang di persidangan selanjutnya.

“Keputusan Pra Peradilan ini merupakan yang terbaik, walaupun kecewa sebenarnya ini di luar pokok perkara. Kasus ini masih jauh tahapannya untuk memperjuangkan hak-hak pak Toto. Ini baru tahapan awal, putusan pengadilan kita tidak boleh untuk mengomentari, tapi tahapan selanjutnya kita masuk ke dalam pokok perkara,” kata Basit di PN Jaksel, Selasa (14/1/2020).

Dalam persidangan hari ini, Hakim Tunggal Sujarwanto, SH MH memutuskan permohonan praperadilan kasus proyek Meikarta yang diajukan BartholomeusToto ditolak.

“Menimbang bahwa permohonan pemohon tidak beralasan dan haruslah ditolak dan petitum tidak perlu dipertimbangkan lagi dan ditolak seluruhnya,” ucap Hakim Sujarwanto.

Hakim menilai proses penangkapan dan penetapan tersangka yang dilakukan KPK terhadap Bartolomeus Toto sudah sesuai dengan ketentuan hukum.

Sebelum sidang putusan yang dibaca, pihak termohon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemohon Bartholomeus Toto( BTO)bersikeras mempunyai masing – masing dalil hukum yang kuat terkait penetapan tersangka (BTO).

Sementara, Sultan Abdul Basit menyebut KPK tidak menggunakan dua alat bukti sehingga tidak sah atau ilegal. Menurut Sultan, putusan persidangan tidak dapat dijadikan alat bukti untuk menetapkan tersangka baru.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply