Ketum Sedulur Jokowi : Kepemimpinan Kepala BPIP Diragukan

Ketum Sedulur Jokowi : Kepemimpinan Kepala BPIP Diragukan

Jakarta, mediakreasinews.com – BPIP ( Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) merupakan lembaga negara yang mengemban misi penting untuk pemantapan ideologi Pancasila bagi bangsa indonesia, kini malah tercoreng oleh ucapan pemimpinnya sendiri.

Sebagai Kepala BPIP harusnya memahami betul visi dan misi lembaga tersebut. Sudah jelas bahwa agama memiliki hubungan yang sangat erat dengan pancasila, mengapa dikatakan agama musuh terbesar pancasila, ini jelas keliru.

Pernyataan kepala BPIP tersebut, bisa membingungkan masyarakat bahkan bisa menyesatkan, sehingga menurut Prof.Paiman Raharjo dosen pendidikan pancasila Universitas Prof. Dr. Moestopo yang sudah mengampu selama 25 tahun ini menilai bahwa kepemimpinan kepala BPIP diragukan.

Prof Paiman melanjutkan, seharusnya sebagai kepala BPIP memahami betul misi lembaga yang dipimpinnya tersebut, sehingga tidak mudah tergelincir dalam berucap, bersikap dan berperilaku/bertindak.

“Kalau kita menilik sejarahnya, pancasila lahir dalam suasana kebatinan untuk melawan kolonialisme dan imperialisme, sehingga diperlukan persatuan diantara komponen bangsa untuk dapat mewujudkan persatuan diantara umat beragama di indonesia yang tersirat dalam sila pertama pancasila” Ketuhanan Yang Maha Esa” . ucapnya kepada awak media pada hari kamis (13/02/2020) malam.

” Sehingga sila pertama Pancasila menjadi faktor penting untuk mempererat persatuan dan persaudaraan antar umat beragama. Mengapa dikatakan demikian, karena sejarah bangsa indonesia penuh dengan penghormatan terhadap nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi pancasila dan agama di sini saling menguatkan serta memiliki peran dalam mewujudkan persatuan dan persaudaraan diantara komponen bangsa indonesia yang beraneka ragam suku bangsa, agama, budaya dan bahasa.” Ungkap Prof Paiman dengan penjelasan yang gamblang.

Pancasila sebagai jiwa kepribadian bangsa indonesia harus selaras dengan nilai dan ajaran agama yang ada dalam kehidupan masyarakat,

“Saya pribadi melihat banyaknya pejabat yang tidak menguasai subtansi tugasnya bisa menimbulkan blunder bagi kinerja pemerintahan pak jokowi, oleh karena itu saya menyarankan agar presiden jokowi dalam menempatkan seseorang dalam jabatan tertentu didasarkan pada keahlian dan profesionalisme di bidangnya dan bukan karena tekanan politik.” Pungkas Paiman saat menutup pembicaraan. (Red)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply