Sinergi BIG dan Kemenparekraf Membahas Peta Parawisata Indonesia

Sinergi BIG dan Kemenparekraf Membahas Peta Parawisata Indonesia

Jakarta, mediakreasinews.com – Badan Informasi Geospasial (BIG) kedatangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan ini pertama kalinya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkunjung langsung. Kunjungan kali ini, Kemenparekraf mengajak BIG untuk bekerjasama memajukan dan menunjang sektor pariwisata Indonesia.

“Saya menyadari bahwa pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, diperlukan dukungan dari kementerian dan lembaga lain,” ucap Menteri Parekraf Wishnutama saat berkunjung ke kantor BIG, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/2/2020).

Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan di bidang pariwisata termasuk peluang pemanfaatan informasi geospasial untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia.

Ia menjelaskan, peran BIG sangat strategis untuk membantu memahami sekaligus menyusun Rencana Induk Pariwisata Nasional Terpadu yang ditargetkan selesai sebelum ulang tahun ke-75 Republik Indonesia. Karena itu Kemenparekraf akan menyusun rencana yang implementatif untuk menjadi panduan bagi para stakeholder di bidang pariwisata.

“Sinergi BIG dan Kemenparekraf ke depan harus lebih tepat, di situ pemetaan menjadi penting. Kami ingin melihat destinasi pariwisata yang menarik dapat ditawarkan kepada masyarakat lokal dan Internasional. ” tutur Wishnutama.

Ia mencontohkan Bintan dan Belitung yang telah terhubung dengan Bandara Internasional Changi. Dengan sedikit ‘sentilan’, kawasan tersebut bisa lebih cepat maju dan menyerap wisatawan mancanegara. Hal tersebut akan jauh lebih efisien dibanding membangun kawasan wisata baru yang masih memiliki banyak PR.

Mengenai kebutuhan informasi geospasial, Wishnutama menyampaikan pihaknya membutuhkan peta travel pattern. Pola perjalanan wisatawan yang lebih sederhana dapat meningkatkan ” lama tinggal” yang secara otomatis meningkatkan pendapatan devisa negara.

“Paling utama adalah konektivitas, agar terjangkau dan mudah menuju lokasi-lokasi wisata di Indonesia,” terang Wishnutama.

Di tempat yang sama, Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin menyambut baik rencana tersebut. Ia menjelaskan bahwa BIG terbiasa bekerja di balik layar menyediakan informasi geospasial yang dimanfaatkan oleh berbagai kementerian dan lembaga. Ia pun menganjurkan agar Kementerian Parekraf mengampu peta wisata dan terlibat dalam Kebijakan Satu Peta (KSP).

“Perpres KSP yang baru akan mengakomodasi tambahan tema dari 85 peta tematik yang telah terintegrasi. Kemenparekraf boleh mengusulkan tambahan peta wisata. Hal tersebut akan memperkaya analisis pemanfaatan ruang,” pungkas Hasanuddin. (Red)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply