Kuasa Hukum Supriyadi SH MH Membuka Dialog dan Komunikasi dengan Nasabah Kresna Life

Kuasa Hukum Supriyadi SH MH Membuka Dialog dan Komunikasi dengan Nasabah Kresna Life

Jakarta, mediakreasinews.com – PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) melalui ketua Tim Penyelesaian Polis PIK & K-LITA, Supriyadi S. H. M. H, dari Law Firm Supriyadi dan Rekan, telah melakukan rapat bersama dengan nasabah dan manajemen pada aplikasi ‘Zoom meeting’ telah disepakati bahwa untuk masalah hukum diserahkan kepada kuasa hukum dan untuk polis dan manfaat (bunga) diserahkan kepada manajemen. Karena selama ini timbul persepsi keterbatasan komunikasi antara Manajemen dengan pemegang polis selama ini, dan perusahaan ingin membuka dialog seluas-luasnya dengan para Pemegang Polis.

Supriyadi mengatakan, Perusahaan menunjuk Tim Penyelesaian Polis (TPP) untuk membantu Kresna Life untuk memperbaiki dan meningkatkan komunikasi dengan Pemegang Polis. Kami akan mendengar dan menampung setiap masukan untuk Perusahaan terkait skema dan proses penyelesaian.

“Kami akan melayani segala bentuk masukan, keluhan, pertanyaan, dan pengajuan terkait penyelesaian Polis PIK dan K-LITA, dan membantu Kresna Life selama proses penyelesaian polis kepada para Pemegang Polis. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi terkait proses yang ada.” ucapnya saat jumpa dengan awak media, di kantor Supriyadi & Rekan, Jumat (14/8/2020).

Beliau melanjutkan bahwa, dalam berita mengulas Kresna Life gagal bayar. Pernyataan tersebut tidak benar, yang ada manajemen belum siap dengan kejadian baru – baru ini.

“Manajemen Kresna Life sangat solid dan mau bekerja sama untuk para pemegang polis asuransi. Tidak ada kata gagal bayar tapi menunda pembayaran kepada para nasabah. Jika sudah sepakat antara nasabah dengan manajemen segera di laksanakan pembayaran. Per hari ini telah dilaksanakan 701 kesepakatan antara manajemen dengan para pemegang polis untuk dilaksanakan pembayaran. Semua yang terjadi dilaporkan kepada manajemen.” Imbuhnya terkait hasil rapat.

“Banyak pemegang polis mengeluhkan lama pembayaran. Manajemen meminta mengerti kepada para pemegang polis bahwa keadaan sekarang tidak kondusif dan perekonomian sedang tidak bagus, maka dengan berat hati memohon kepada para pemegang polis untuk berdoa agar perekonomian kedepan berlangsung lancar. ” ujar Supriyadi mengakhiri wawancara dengan awak media.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply