Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 75 Tahun dan Hari Lahir Umar Kei ke 42 di Kediamannya

Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 75 Tahun dan Hari Lahir Umar Kei ke 42 di Kediamannya

Jakarta, mediakreasinews.com – Umar kei seorang tokoh pemuda Maluku yang sempat tersandung dengan masalah narkoba beberapa waktu lalu. Mengungkapkan sisi lain dari kehidupan yang sekarang dijalani sehari – hari.

Ditemui dikediaman di sela – sela waktu santai. Beliau sangat perhatian dengan perkembangan pemuda Maluku dan pemerintah daerah. Baru diketahui tanggal lahir Umar Kei tepat hari kemerdekaan, 17 Agustus. Tepat di tanggal tersebut kegiatan menyambut hari kemerdekaan selalu di laksanakan di kediaman beliau. Seperti melakukan upacara bersama anak, istri dan saudara serta tetangga.

” Tiap tahun saya selalu mengadakan upacara di sekitar perumahan. Tahun ini tidak mengadakan upacara karena masa covid – 19 ini. Kegiatan tetap berlangsung dengan pembacaan tausiah dan doa serta hatamul Al – Quran dari putra dan putri ” Ucap Umar untuk tanggal 17 Agustus 2020.

Beliau menekankan, momen yang spesial ini dilaksanakan tiap tahun, mengumpulkan pemuda maluku yang berada di Jakarta. Dengan kegiatan keagamaan memberikan tausiyah dari para ustad. Karena kejadian yang baru saja terjadi membuat gaduh kepada masyarakat Jakarta.

” Pada kesempatan ini saya secara pribadi, meminta maaf atas kejadian yang perseteruan antara Bung John kei dengan paman saya Nus kei hingga membuat ricuh dengan aparat serta masyarakat di Jakarta. Saya pribadi sampai sekarang tetap berhubungan dengan mereka dan mempertemukan agar akur semua.” Tuturnya kepada awak media.

Umar melanjutkan, bahwa pemerintah pusat menghargai pahlawan setiap propinsi, gambar pahlawan dari maluku, Pattimura yang selama ini terpampang di mata uang 1000 rupiah, sekarang mata uang tersebut sudah tidak beredar lagi.

” Saya pribadi sebagai ketua FPMM (Front Pemuda Muslim Maluku) se Indonesia sangat perhatian dengan pemuda maluku, pahlawan dan kegiatan pemda juga. Pahlawan Maluku, Pattimura sudah tidak ada lagi di mata uang 1000 rupiah lagi. Selain itu pemuda maluku banyak yang merantau ke Jakarta dan menginap di rumah saya. Seharusnya pemda Maluku memberikan perhatian kepada para pemuda, agar dapat kerja di maluku dan sekitarnya. ” ujarnya.

Umar melanjutkan, kepada para anak saya, untuk selalu mentaati kata orang tua. Jika waktu sholat dan ngaji harus tepat waktu. Apabila tidak tepat waktu, pasti ada sangsi yang diberikan.

“Apabila anak saya tidak mentaati waktu jam sholat dan ngaji, pasti akan saya kasih sangsi. Pribadi saya tegas dan memberikan kasih sayang kepada seluruh anak saya tidak terkecuali.” Imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan tausiyah dan hatamul Al – Quran turut mengundang elemen ormas dan tokoh masyarakat, untuk hadir menyambut Hari Lahir Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari lahir Umar kei ke 42 tahun.

” Saya mengundang ormas Pemuda Pancasila, forkabi, dan tokoh masyarakat serta seluruh pemuda maluku yang di Jakarta, agar turut menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia dikediaman ini. ” pungkasnya.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply