Kecewa, Dirjen HKI Menghapus Merek Dagang I AM Geprek Bensu

Kecewa, Dirjen HKI Menghapus Merek Dagang I AM Geprek Bensu

Jakarta, mediakreasinews.com – Kuasa hukum merek dagang Ayam Geprek Bensu Eddie Kusuma menolak dan menyatakan keberatan atas penghapusan merek dagang “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENERRR” oleh Dirjen HKI. Walaupun telah mendapatkan kekuatan hukum tetap (Inkracht) oleh Mahkamah Agung.

“Saya punya surat keputusan dari Mahkamah Agung bahwa, merek dagang I AM GEPREK BENSU SEDEP BENERRR” sudah inkracht dan mempunyai kekuatan hukum tetap. Tetapi dengan sewenang – wenang merek tersebut dihapus Dirjen HKI,” ucap Eddie Kusuma saat memberikan pernyataan terkait merek dagang tersebut di kawasan Slipi, Rabu (21/10/2020).

Pemilik merek Ayam Geprek Bensu Benny Sujono diwakilkan oleh Yangcent (anak dari Benny Sujono) kecewa dengan dihapus merek dagang Geprek Bensu ini oleh Dirjen HKI pada 6 Oktober 2020. Informasi ini baru diterima pihaknya yang diwakili sang pengacara, Eddie Kusuma pada 8 Oktober.

“Keputusan Dirjen HKI menjadi tanda tanya besar bagi pihak Yangcent. Sebab ia telah memenangkan gugatan di Mahkamah Agung atas kepemilikan merek Ayam Geprek Bensu.” Imbuh Eddy Kusuma.

Pihak Yangcent yang diwakili pengacaranya Eddie Kusuma mendengar kliennya melanggar pasal 72 ayat B.

“ Pihak Klien kami dituduh melanggar Pasalnya 72 ayat 7 B. Di situ ada lima poin. Di antaranya melanggar ideologi Pancasila, kesusilaan, agama, ketertiban umum dan perundang-undangan,” kata Eddie Kusuma, dalam keterangannya kepada awak media.

Tapi ia kemudian mempertanyakan poin mana yang dilanggar Yangcent atas merek tersebut.

“Itu ada lima poin, tapi nggak dijelaskan ke saya mana yang dilanggar?” tuturnya.

Pihak Dirjen HKI pun tak pernah mengundang Yangcent untuk berdiskusi.

“Tidak ada dia panggil saya. Dirjen HKI tidak mendengar kedua belah pihak,” terang Eddie Kusuma.

Hingga saat ini pihak Yangcent masih menunggu respons Dirjen HKI. Ia pun sudah mengirim surat kepada menteri serta Dirjen HKI.

Namun jika hal itu tak kunjung meraih hasil, ia akan mengadukan ke organisasi dunia.

“Ini masalah tidak selesai, saya lapor ke WIPO (World Intellectual Property Organization),” ungkap Eddie Kusuma.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply