KSAD: Aprilia Manganang Bukan Transgender, tetapi Mengalami Hipospadia

KSAD: Aprilia Manganang Bukan Transgender, tetapi Mengalami Hipospadia

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan tentang peristiwa yang dialami oleh Serda Aprilia Santini Manganang, Bahwa setelah dicek aprilia mengalami gejala Hipospadia, kelainan yang dialami oleh bayi laki – laki. Sebagai KSAD, Andika ikut bertanggung jawab dengan keadaan aprilia.

” Pemeriksaan medis telah dilakukan di Rumah Sakit Angkatan Darat Wolter Monginsidi di Manado, baru diketahui memang sejak dilahirkan manganang adalah laki-laki, Informasi tersebut baru didapat setelah tanggal 3 Februari.
Oleh karena itu, saya sebagai pimpinan AD saat ini merasa bertanggung jawab untuk membantu dia mendapatkan apa yang seharusnya ditakdirkan pada saat dia dilahirkan,” ucap Jenderal Andika di Mabes AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Andika menjelaskan Aprilia Manganang awalnya ditempatkan di Bandung pada 2016 di bagian jasmani dan seterusnya sejak 2018 bertugas di Kodam Manado. Andika menceritakan bahwa Manganang merupakan sosok prajurit yang disiplin.

“Sejak dia lulus 2016 dia ditempatkan di Dinas Jasmani di Bandung, tapi mulai 2018 sampai sekarang dia ditempatkan di Kodam Manado. Dia adalah prajurit yang punya disiplin karena selama dinas sama sekali tidak ada pelanggaran, orangnya sangat nurut dan saya yakin itu adalah satu attitude ya, kalau kita lihat dia sebelum bergabung TNI ada dia punya prestasi juga menunjukkan orang yang punya komitmen, disiplin, dan selama dinas selalu masuk dinas sesuai jam dan tidak ada perintah yang diberikan kepada dia yang tidak dilakukan,” jelasnya.

Andika membeberkan, bahwa Aprilia Manganang tidak punya kemampuan melawan kondisinya terdahulu. Sampai akhirnya, Andika memanggil Manganang ke Jakarta untuk melakukan pengecekan dan membantu dalam mengatasi masalah yang dia hadapi.

“Saya panggil kemudian saya intinya ingin membantu apa yang bisa kami bantu. Sersan Manganang diklaim sebagai wanita punya akta kelahiran wanita, tapi penampilan fisiknya tidak seperti wanita lainnya. Saya berkonsultasi menawarkan apa yang kami bisa bantu untuk dia,” beber Andika.

“Akhirnya Sersan Manganang rupanya menyambut dengan sangat excited. Rupanya inilah yang ditunggu-tunggu. Kami hadirkan tim RSPAD lengkap kemudian kita lakukan pemeriksaan lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan yang kami punya,” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan, Sersan Manganang ternyata memiliki organ kelamin laki-laki. Hormonnya juga hormon laki-laki. Sersan Manganang ternyata mengalami kelainan bernama hipospadia sehingga awalnya dikira perempuan.

“Dari hasil pemeriksaan itu ternyata bahwa dilihat dari pemeriksaan urinologi bahwa Sersan Manganan lebih memiliki organ jenis kelamin laki-laki. Bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin wanita. Pemeriksaan hormonal juga begitu, hormonalnya normal, testosteron diukur secara faktual dan ilmiahnya, Sersan Manganang punya hormon normal laki-laki,” ungkap Jendral Andika kepada awak media.

Kelainan hipospadia pada Sersan Manganang membutuhkan penanganan berupa operasi. TNI AD dalam hal ini membantu Manganang dalam corrective surgery sebanyak dua kali. Saat ini, Manganang sudah menjalani operasi tahap pertama dan masih recovery di RSPAD, Jakarta.

“Operasi ini yang saya katakan tadi adalah corrective surgery itu istilahnya atau operasi korektif. Jadi tidak ada pergantian kelamin yang bukan administrasi tadi. Kalau nanti Kita urus ke Pengadilan Negeri Tondano untuk administrasi kependudukannya. Tetapi Manganang adalah laki-laki dan tidak ada pergantian secara fisik yang mungkin tadinya dari organ-organ kelamin wanita menjadi pria. Itulah penegasan saya,” pungkasnya.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply